Pelaku Industri Kuliner Harus Beradaptasi Dengan New Norma

Spread the love

Di tengah berjalannya sistem baru yaitu new normal, dimana kita harus menjalankan protokol baru untuk menghadapi wabah virus corona, para pelaku usaha khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang juga termasuk para pelaku dan pengusaha industri kuliner didorong untuk cepat melakukan adaptasi. Hal ini bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomian yang sekarang ini sedang dalam krisis karena wabah virus corona. Tokoh seperti Ardhea Mustika Sari, yang merupakan Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan dari Universitas Sebelas Maret mengatakan bahwa industri kuliner adalah bagian dari sektor pariwisata, yang langsung terkena dampak dari adanya pandemi covid – 19 ini yang ia sampaikan pada sebuah talkshow.

Tanggapan Andhea Mengenai New Normal Untuk Industri Kuliner

Andhea Mustika Sari memberikan beberapa tanggapan yang dianggap cukup berbobot dan harus di pertimbangkan mengenai adaptasi new normal untuk para pelaku industri kuliner. Berikut tanggapannya.

  1. Pertama, Andhea berpendapat bahwa di masa pandemi sekarang, hampir semua sektor pariwisata termasuk juga di sub sektor kuliner mendapatkan penurunan omzet yang cukup tajam.
  2. Kedua, Andhea mengajak para pelaku usaha kuliner, untuk dapat bangkit dan cepat beradaptasi untuk melakukan kegiatan yang mengacu pada protokol kesehatan. Ia juga mengatakan, para pelaku industri kuliner juga harus bisa memanfaatkan teknologi, karena semakin ke depan, kehidupan akan berubah e arah digital.
  3. Kedua, Andhea mengatakan bahwa ini sudah menjadi bukti digitalisasi adalah salah satu bagian dari new normal, yang harus berlaku kepada semua sektor yang juta termasuk di sektor kuliner, untuk bisa membawa suatu terobosan baru.

Langkah Para Pelaku Industri Kuliner Menghadapi New Normal

Bagi para pelaku bisnis, terutama yang ada pada sektor kuliner, perlu sekali mengambil langkah – langkah yang bisa memajukan kestabilan dan meningkatkan pendapatan di tengah fase new normal sekarang ini. Berikut langkah – langkahnya.

  • Memanfaatkan Perkembangan Teknologi

Salah satu langkah yang tepat di tengah wabah corona dan juga beradaptasi dengan keadaan new normal sekarang ini adalah memanfaatkan teknologi. Seperti yang di katakan pada tanggapan Andhea Mustika Sari, sebagai pelaku industri kuliner harus bisa memanfaatkan teknologi seperti melakukan sebuah teleconference, meeting, dan webinar yang merupakan media komunikasi tanpa harus melakukan tatap muka secara langsung. Hal ini bisa dijadikan media untuk merapatkan sebuah proyek baru bersama klien atau investor untuk mengembangkan usaha.

  • Membuat Makanan yang Awet

Karena adanya pandemi dan sedang dalam pembiasaan new normal, mengharuskan pelaku usaha kuliner untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini mendorong para pelaku usaha kuliner, untuk membuat makanan yang sehat, bersih, dan juga tahan lama. Membuat makanan yang awet dan tahan lama, bisa memberikan keuntungan yang besar. Dengan menjualnya lewat online shop atau media sosial, bisa mengirim ke para customer tanpa harus saling bertatap muka dan bisa dijual dengan jangka waktu yang lama.

  • Membuka Usaha dengan Memperhatikan Protokol Kesehatan

Karena new normal sudah diresmikan, sekarang juga sudah banyak pelaku usaha yang membuka kembali toko atau restoran mereka. Namun walaupun telah di izinkan, syarat utamanya adalah para pelaku usaha kuliner tersebut harus menjaga dan mematuhi setiap protokol kesehatan yang ada. Menyediakan alat kebersihan seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan,  kebersihan tempat, dan juga menjaga jarang tempat duduk antar pengunjung adalah fokus utama untuk menjaga kesehatan.